Darussilmi.Ponpes.Id, BINTAN – Setelah libur Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijiriah yang berlangsung tanggal 8 – 28 Maret 2026, para santri Pondok Pesantren Darussilmi Bintan kembali masuk pondok untuk melakukan aktivitas belajar, Sabtu (28/3/2026).
Kedatangan para santri Darussilmi baik laki-laki maupun perempuan dari berbagai daerah asal di Kepulauan Riau ini disambut oleh para guru dan pengasuh Pondok Pesantren Darussilmi. Sebanyak kurang lebih 25 orang dipersiapkan untuk menyambut kembali kedatangan para penuntut ilmu agama ini pasca mereka menikmati liburan selama 20 hari.
Kedatangan santri dimulai pada pukul 16.00 WIB hingga malam. Tampak wajah semangat dari para santri dan orang tua yang mengantarkan anaknya kembali ‘’Mondok’’ menuntut ilmu. Mereka hadir di kampus yang dirindukan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
Pada Sabtu (28/3/2026) malam, jumlah santri yang sudah berada di pondok sudah sekitar 80 persen. Umumnya santri yang berasal dari luar Bintan dan Tanjungpinang. Sisanya sekitar 20 persen santri yang berasal dari Batam dan pulau lainnya karena masih harus menunggu jadwal kapal. Kedatangan selanjutnya pada Minggu (29/3/2026).

Para santri kembali ke pondok dengan membawa tugas-tugas dari rumah yakni lembar tilawah, dan kontrol ibadah yaumiyah Ramadhan.
Setiap santri biasanya tidak lupa membawa makanan berupa kue kering untuk disantap bersama kawan-kawannya ketika sudah berkumpul untuk merayakan lebaran di pondok pesantren. Ini merupakan salah satu cara pengasuh untuk menciptakan momen kebersamaan diantara para santri pasca hari raya idul fitri.
Pimpinan Pondok Pesantren Darussilmi Bintan Ustadz Imran Abdurrosyid mengapresiasi kedatangan para santri sehingga aktivitas belajar kembali dilaksanakan. Ia juga mengucapkan terima kasih banyak kepada para orang tua dan wali santri yang sudah mengantarkan anaknya kembali ke pondok sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.
Beliau juga menekankan pentingnya anak-anak dibiasakan untuk disiplin waktu sejak dini. ‘’Agar kelak menjadi pribadi yang amanah, bertanggung jawab dan konsekuen dalam kehidupannya,’’ harap Ustadz Imran.*