157 Santri Putra Dapat Ijazah Sanad Matan Al Muniroh dari Syekh Husein Abdul Qodir

Darussilmi.ponpes.id, BINTAN – Pondok Pesantren Darussilmi Bintan mempunyai program unggulan yakni sanad keilmuan Timur Tengah, Sanad Matan Al Muniroh dari Syekh Husein Abdul Qodir. Seluruh santri putra Darussilmi selama 2 bulan terakhir giat menguasai sanad keilmuan tersebut.

Hasilnya, sebanyak 157 santri putra Darussilmi menerima Terima Ijazah Sanad Matan Al Muniroh dari Syekh Husein Abdul Qodir. Mereka menerima langsung ijazah Sanad Matan Al Muniroh dari Syekh Husein Abdul Qodir, Rabu (26/11/2025) di Pondok Pesantren Darussilmi.

Matan merupakan buku kecil yang isinya ringkasan atau rangkuman dari suatu ilmu. Bisa disebut rumus keilmuan. Al Muniroh merujuk pada kitab “Syarh Al-Munirah Fii Muhimmi ‘Ilmis Siirah” karya Syaikh Shalih bin Abdillah al-‘Ushaimiy. Merupakan ringkasan dan penjelasan mengenai ilmu Sirah Nabawiyah (sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW).

Kitab ini menguraikan berbagai aspek kehidupan Nabi Muhammad, dari kelahiran, pengutusan, hingga wafat, untuk memberikan pelajaran dan teladan bagi umat Islam.

Selama kurang dari 2 bulan sebanyak 157 belajar giat menghafakan dan menguasai sanad dari Syaikh Husein Abdul Qodir. Sebelumnya ditargetkan hanya bisa diraih oleh sekitar 100 santri Darussilmi. Ternyata hasilnya melampui target. Dari 157 santri, ada 57 anak merupakan santri Darussilmi tingkat SMP.

Pimpinan Pondok Pesantren Darussilmi Ustadz Imran Abdurroyid menyampaikan rasa bangganya atas pemcapain santri putra tahun ini saat penyerahan ijazah sanad matan. Mereka dinilai telah mampu mengambil dan memanfaatkan kedatangan dan keberadaan Syaikh Husein Abdul Qodir di Darussilmi.

Syaikh Husain yang berasal dari Yaman ini, juga menilai santri Darussilmi adalah santri santri memiliki jiwa perjuangan yang tinggi, kecerdasannya juga bagus. Beliau akan berusaha untuk membagi ilmu sebanyak-banyak nya kepada santri-santri dan guru-guru yang ada di pondok ini.

Selama kurang dari 2 bulan, Syaikh Husain mengajari anak-anak menghafal matan ini dengan memberikan penjelasan dari Matan Al Muniroh. Digelar setiap malam Rabu. Selama 5 kali pertemuan itulah, lahir 157 santri yahg berhasil menghafalkan bait-bait dari matan tersebut.(ust aswin)

Tinggalkan komentar